Tujuan dan Manfaat


Untuk menjembatani antara industri penambangan dengan industri baja dibutuhkan industri "Iron Making" yang mengolah bahan tambang (raw material), yang memang sumber kandungan tambangnya sangat melimpah di Indonesia, seperti pasir besi (iron sand), bijih besi (iron ore), batubara (coal) dan kapur (lime) atau bentonite dengan proses teknologi permesinan yang dimiliki PT. Byan Technology Indonesia. Industri "iron making" ini akan menghasilkan produk Sponge Iron dan Pig Iron sebagai bahan baku industri baja di Indonesia. Secara langsung, Indonesia tidak perlu mengimpor Sponge Iron dan Pig Iron lagi dari negara lain.

Dengan adanya industri pengolahan Sponge Iron dan Pig Iron di Indonesia dan untuk mendukung Permen ESDM No. 7 tahun 2012, maka hal ini akan menambah potensi pendapatan daerah dan penyerapan tenaga kerja, sehingga secara otomatis akan menambah devisa negara Indonesia.

PT. Byan Technology Indonesia adalah salah satu perusahaan REPCI (Research, Engineering, Procurement, Construction and Installation) dan merupakan pemegang hak komersial atas lisensi dari Mechanical Engineering Department Of ZhengZhou University (MEDZU) untuk Pengolahan Treatment Iron Ore dan Nickel.

Design Engineering yang dimiliki oleh PT. Byan Technology Indonesia untuk teknologi proses pengolahan iron ore dan iron sand untuk menjadi Sponge Iron dan Pig Iron sudah melalui prosess pengendalian dan prosedur standar ASTM, JIS, DIN, dan SNI. Total Iron (T Fe) minimum 92%, Metalic Iron (M Fe) minimum 86%, Metalization minimum 94%, Carbon (C) maksimum 2.5%, Sulphure (S) maksimum 2.5%, dan Total Gangue (CaO+AL2O3+MgO+SiO2) maksimum 4.5%.